Salah satu keuntungan jadi alumni Daad (Jerman) adalah bisa mengikuti konferensi dimana aja. Artinya, besar kemungkinan untuk bisa melihat setiap sudut Indonesia, alias jalan-jalan dan dibayarin 😀 .

Kali ini, Malang jadi destinasi konferensi kita. Dan bromo,  jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, bonus yang paling diidam-idamkan selama ini.

 

Perjalanan dari Batu (lokasi hotel) menuju Bromo memakan waktu sekitar 3jam-an. Dilanjutkan perjalanan dengan Jeep’ untuk 30 menit berikutnya. Kalau mau liat sunrise, artinya harus tengah malam bergerak dari hotel.

Sekitar jam 4, Kita udah tiba di lokasi. Masih harus nunggu bberapa waktu sampai waktu mataharinya terbit. Enaknya, ya sambil minum minuman hangat sambil menghangatkan diri di warung-warung di sekitaran. Jam 4 pagi, jaket tebal, duduk berhimpitan. Kedinginan.

Sekitar jam 5.15, matahari terbit. Semua orang di sana sudah siap dengan kameranya, atau smartphone nya. Sebagian lainnya mencoba menikmati detik-detik pergantian warna di langit sambil menggigil kedinginan, apalagi angin ikut membawa debu. Double protection needed lah

Waktu berjalan lambat sekali hari itu. Alhamdulillah sekali, momen indahnya bisa dinikmati, eh rasanya dinikmati cukup lama.

Perubahan warna di langit cantik sekali. Kawah Bromo di kejauhan jadi view yang menakjubkan juga, dan kehebohan teman-teman alumni ikut meramaikan suasana pagi hari, hari itu.

Hembusan angin semkain kencang, langit semakin terang, antrian di toilet umum semakin panjang, sedang suara klakson Jeep di kejauhan seolah memanggil pengunjung, untuk segera bergerak ke pasir berbisik. Lokasi selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *