Rindu itu, ajaib. Seringnya muncul karena lamanya jarak pertemuan, tapi tak jarang hadir sesaat setelah duduk bersama. Dengannya, rindu itu kerap muncul di sepertiga malam. Mungkin, bisa jadi, dia jadi salah satu penyebab kebiasaanku tidur larut, karena perbedaan waktu Kita yang terlalu jauh.

Aku pernah menuliskan tentangnya beberapa waktu lalu. Setiap selesai satu tulisan, pasti kukirimkan padanya, tanpa menerjemahkan ke bahasa Inggris ataupun Turki. Apa guna google translate kan 😅

Miss you, kuketik dua kata itu, kukirimkan tanpa menambahkan emoticon apapun. Secara gak langsung, itu menunjukkan bahwa aku benar-benar rindu. Tak ada balasan langsung, seperti biasa. Ku scroll history chatingan Kita selama ini. Kukirim pagi, dibalasnya menjelang sore. Dikirimkannya tulisan-tulisan menarik yang biasanya jadi bahan diskusi kita, kubalas keesokan harinya. Selalu begitu.

Maka ketika rindu udah gak tertahankan lagi, begadang menunggu dia, atau dia menungguku dalam kondisi terjaga adalah salah satu solusi untuk bisa berkomunikasi di waktu yang sama.

Skype, pernah jadi sahabat terbaik kita. Hingga WhatsApp muncul dan memudahkan semuanya. Eits, tapi soalan beda zona waktu, tetap aja jadi suatu challenge tersendiri. Terutama ketika banyak yang ingin diceritain harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan jawaban. Itupun seringnya bukan jawaban yang menenangkan. Well.. katanya teman dekat pasti seperti itu kan.

Kutunggu balasannya dari semalam. Sepi. Mengirimkan pesan yang sama berkali-kali dalam sehari, bukan sesuatu yang menyenangkan juga. Nunggu, ya….cuma menunggu sampai ia aktif kembali di dunia maya.

“Just wake up, got some trouble in new place”, balasnya, akhirnya. New place?? sepertinya tak ada bahasan ia akan pindah ke tempat baru.

Kubalas pesannya dengan mengirimkan beberapa tanda tanya

” You went to Bromo without me. So I decided to go to South Korea without you. Now, we’re even” , tulisnya lagi. Sambil mengirimkan dua foto, foto dirinya lagi nyengir bahagia, puas bisa ngeselin seseorang di negeri ini, serta foto negeri sana, fotonya dan sebuah kerajaan yang biasanya terlihat di drama-drama.

” I am heading to Bandung in month. Gonna meet with them”, balasku, tak mau kalah. Them di sini adalah teman-teman dekat masa kuliah dulu, yang memang bulan depan akan berada di sekitaran Bandung. Well, akunya sendiri sebenarnya gak tentu akan berangkat juga 😅

What are we doing all these years, katanya lagi. Selama bebeapa tahun terakhir, Kita kerap memamerkan, dalam maksud positif, kegiatan-kegiatan kita yang seharusnya akan sangat menyenangkan dilakukan berdua.

Padahal hanya menunggu kurang dari tiga bulan lagi, dan kita bisa ngelakuin apa-apa yang selama ini kita mimpikan untuk melakukannya bersama. Tapi rindu ini bandel, kerap muncul, seenak hatinya. Was soll ich tun, vermisse dich, sehr. Tulisku lagi.

 

 

 

 

Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *