“Halo, nama gw Hani”, kalimat pertama yang diucapin si teman. Suatu malam, malam pertama dia sah jadi penghuni Tannenbusch, daerah penuh imigran di Bonn, Jerman Barat, setelah sebelumnya tinggal di Leipzig, Jerman timur.

Reaksi segerombolan anak Indonesia -yang waktu itu baru sadar rame tinggal di komplek yang sama -?

“Yah..susah ni manggilnya.. kok Hani sih namanya ?? – maksudnya honey yang kalau dibaca sama nadanya 😅. Maklum bberapa mas-mas di gerombolan ini udah pada nikah 😅

” Ya deh, ganti. Kenalin, gw Jessica” . Sontak semua ketawa, ya kali namanya berubah dalam hitungan detik. Nama yang muncul dadakan malam itu kemudian resmi jadi namanya si teman bahkan sampe sekarang. Kita tetap manggilnya Jessi, atau Jessica.

Kehadiran Jessi seolah memberi warna baru di gerombolan ini *halah. Cewek yang suka berdandan elegant, tapi gak jarang tiba-tiba ngetok pintu kamar dengan tampang kucel kayak habis kebanjiran, rambut acak-acakan, tampang cuek parah, dengan hoodie ala kadarnya. Sering khilaf pengen masakin sesuatu yang berbeda untuk kawan-kawan yang kebanyakan para pejuang thesis/disertai ataupun yang nyambi kerja. Padahal dia sendiri menggila dengan kuliah ekonomi berbahasa Jerman.

Yang paling ajaib tapi ngangenin itu, tampang keselnya yang sangat ditunjukin, truss semenit kemudian bisa ngakak guling-guling ketika dijahilin. Membingungkan kelakuannya 😅

Trus kenapa tiba-tiba nulis tentang dia ?

Setelah bebrapa tahun g ketemu, trus daad ada kegiataan di Bandung, gak pake lama langsung daftar dengan harapan bisa ngumpul dengan ini anak plus bbrapa teman lainnya. Ketika LoA nya nyampe h-2 sebelumnya kegiatan, eh mendadak dapat tawaran sangat menarik untuk pengabdian masyarakat Ke Pulo Aceh.

Sungguh, milihnya super sulit.

Ngetrip ke Pulau sambil pengabdian masyarakat pastilah seru dan sangat menyenangkan. Apalagi udah terlalu lama gak nyeberang. Tapi karena terlalu rindu dengan Kota ini dan bberapa penghuninya, terombang-ambinglah anak mudi. Belum lagi harga tiket yang melambung tinggi, kangen sekalipun kayaknya akan menunda keberangkatan.

Entah dianya juga kangen, dua hari terakhir ngirim pesan yang isinya “mba, jadi?? Jadi??”. Bikin galau kan jawabnya.

Sampai kemudian link jd.id hadir (bukan iklan 😁) , beli tiket murah ya di sana, kata teman kita yang lain. Dengan pertimbangannya ketemu Jessi lebih menyenangkan dibandingkan ke Pulo Nasi naik Ferry, akhirnya…sampailah di sini, disambut hujan yang awet dari sore tadi.

Intinya mau cerita kalau bntar lagi mau ketemu Jessi si calon chef, siapin diri untuk ngakak tiada henti 😅. Bahagiaaaaa 😍

 

 

Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *