Rasanya seperti pulang kampung. Kataku ke teman-teman, yang berdesak-desakan duduk di mobil pick up, dalam perjalanan dari mercusuar ke Meulingge

“Sudah berapa kali ke pantai ini?”, tanya mereka, mempertanyakan kalimat “pulang kampungku” tadi

Bukan seberapa sering, bukan seberapa rajinnya aku kesini, tapi soal sepenggal hati yang sengaja kutinggalkan ketika pertama kali menikmati hembusan angin di pantai ini, jawabku, sambil meneguk segelas kopi hitam pertama setelah tiga hari di pulau ini.

Kopi selamat pulang, selamat kembali ke tempat yang menenangkan ini

 

 

Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *