Kapan Menulis lagi?

Menulis seolah menjadi pekerjaan tambahan yang membebani, belakangan ini. Setiap pagi, meniatkan diri untuk menulis hari ini. Sepanjang hari, ada saja yang bisa dijadikan tulisan, banyak sekali cerita yang kemudian bisa dituangkan kedalam berbaris-baris kalimat dalam note yang diinstall khusus…

Senja di Pulo Breuh

Pantai, suara ombak laut, selalu menenangkan segala keributan di dalam kepala. Setiap masalah mulai numpuk banyak, kabur sesaat menikmati angin pantai, memanjakan telinga dengan suara ombak, adalah satu dari beberapa pilihan terbaik yang kupunya. Dulu, pantai dan rumah cuma selemparan…

Solo, seadanya

Ada suatu masa ketika seseorang itu kehabisan energi, kelelahan, atau bisa jadi hanya sekedar ingin sendiri. Itulah kondisi yang diri alami, kemarin. Dan ketika akhirnya memilih pulang di hari yang berbeda dengan rombongan, adalah karena keinginan untuk sendiri, tanpa perlu berbicara…

Mimpi di Ganesha

Pernah suatu masa, bermimpi, suatu hari akan menimba ilmu di kampus ini. Mimpi, harapan yang kemudian disimpan lama, semua karena soalan biaya. Waktu itu, gak terfikirkan soal nyari beasiswa (g paham juga sebenarnya 😅), atau kerja sambilan untuk biaya kuliah,…

Hani, si Jessica

“Halo, nama gw Hani”, kalimat pertama yang diucapin si teman. Suatu malam, malam pertama dia sah jadi penghuni Tannenbusch, daerah penuh imigran di Bonn, Jerman Barat, setelah sebelumnya tinggal di Leipzig, Jerman timur. Reaksi segerombolan anak Indonesia -yang waktu itu…

Ditunda, tertunda

“Fantastic beast loh” “Bohemian Rhapsody lagi” “Hunting buku di excess batal deh” “Miniso deh… List belanjaan pasti udah ada kan” “Selemah-lemahnya, naik pesawat, g kangen ?” Pernyataan terakhir sukses bikin ketawa serombongan. Kalimat-kalimat sebelumnya seolah jadi penggoda yang paling ampuh…

Priceless, bersamanya

Deep conversation with right people, are priceless “Ada jadwal mahasiswa konsul gak??”, sebuah suara yang lama tak terdengar bertanya. “Aku samperin ya. Kantin sebelah aja”, katanya lagi, langsung kuiyakan . Seperti biasa, bertanya, kemudian memutuskan tanpa harus menunggu jawaban yang…

Menjemput Pahala

Di kepala, aku memanggil mereka dengan sebutan “penjemput pahala”. Akan kuceritakan sedikit, bagaimana sebutan itu bisa tersemat pada diri mereka Yang pertama, seorang laki-laki usia sekitar 35 tahun. Pekerjaan sehari-hari? Usaha ini itu, alias semuanya dikerjain, sedang yang utama adalah…