Kapan Menulis lagi?

Menulis seolah menjadi pekerjaan tambahan yang membebani, belakangan ini. Setiap pagi, meniatkan diri untuk menulis hari ini. Sepanjang hari, ada saja yang bisa dijadikan tulisan, banyak sekali cerita yang kemudian bisa dituangkan kedalam berbaris-baris kalimat dalam note yang diinstall khusus…

Senja di Pulo Breuh

Pantai, suara ombak laut, selalu menenangkan segala keributan di dalam kepala. Setiap masalah mulai numpuk banyak, kabur sesaat menikmati angin pantai, memanjakan telinga dengan suara ombak, adalah satu dari beberapa pilihan terbaik yang kupunya. Dulu, pantai dan rumah cuma selemparan…

Ditunda, tertunda

“Fantastic beast loh” “Bohemian Rhapsody lagi” “Hunting buku di excess batal deh” “Miniso deh… List belanjaan pasti udah ada kan” “Selemah-lemahnya, naik pesawat, g kangen ?” Pernyataan terakhir sukses bikin ketawa serombongan. Kalimat-kalimat sebelumnya seolah jadi penggoda yang paling ampuh…

Menjemput Pahala

Di kepala, aku memanggil mereka dengan sebutan “penjemput pahala”. Akan kuceritakan sedikit, bagaimana sebutan itu bisa tersemat pada diri mereka Yang pertama, seorang laki-laki usia sekitar 35 tahun. Pekerjaan sehari-hari? Usaha ini itu, alias semuanya dikerjain, sedang yang utama adalah…

Proses, Kontemplasi

“Semua butuh proses” – terdengar seperti sebuah alasan yang dibuat-buat (atau tidak) ketika kita dimintai sesuatu, ketika kita ditanyai tentang kesiapan akan suatu hal. Semua dalam hidup ini adalah proses, dimana setiap prosesnya bis saling bersinggungan, saling bersilangan satu sama…